SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beranda / Inpirasi / Buka Pelatihan 10.000 Khatib IKADI, Wabup Serang Tekankan Regenerasi dan Keteladanan Dai
Buka Pelatihan 10.000 Khatib IKADI, Wabup Serang Tekankan Regenerasi dan Keteladanan Dai

Buka Pelatihan 10.000 Khatib IKADI, Wabup Serang Tekankan Regenerasi dan Keteladanan Dai

////

NusaStory.com | Serang, – Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menegaskan pentingnya regenerasi khatib sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan dakwah Islam dan memperkuat pembinaan umat di Kabupaten Serang. Menurutnya, generasi muda perlu dipersiapkan agar mampu melanjutkan peran para khatib senior dengan bekal ilmu agama, kemampuan komunikasi, serta keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Najib Hamas saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pelatihan Nasional 10.000 Khatib Ikatan Dai Indonesia (IKADI) yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Pimpinan Cabang IKADI se-Kabupaten Serang di Aula Tb Suwandi, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Najib mengapresiasi langkah Pimpinan Daerah (PD) IKADI Kabupaten Serang yang menginisiasi pelatihan khatib sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang dakwah. Ia menilai, program tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya memperkuat kapasitas keagamaan, tetapi juga menyiapkan kader penerus yang akan berperan langsung di tengah masyarakat.

Menurut Najib, khatib memiliki posisi penting dalam membangun karakter umat. Pesan yang disampaikan melalui khutbah Jumat diharapkan tidak sekadar menjadi nasihat keagamaan, tetapi juga mendorong masyarakat menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tugas seorang khatib tentu tidak hanya menyampaikan pesan kebaikan di atas mimbar, tetapi juga harus mampu menjadi teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Najib Hamas.

Bupati Serang Ingin Pesantren Tak Hanya Jadi Pusat Pendidikan Agama, tetapi Juga Penggerak Ekonomi

Ia menekankan bahwa kemampuan seorang khatib perlu dibangun melalui pembelajaran dan pembinaan berkelanjutan. Penguasaan ilmu agama harus berjalan beriringan dengan kemampuan menyampaikan pesan secara baik, santun, dan mudah dipahami oleh jemaah.

Najib Hamas Tekankan Pentingnya Kaderisasi Dai Muda

Najib juga menyoroti perlunya keterlibatan generasi muda dalam aktivitas dakwah. Menurutnya, kaderisasi khatib tidak bisa dilakukan secara mendadak, melainkan harus dipersiapkan sejak dini agar estafet dakwah dapat berjalan secara berkesinambungan.

Ia mengingatkan bahwa sebagian khatib senior saat ini telah berusia lanjut sehingga kehadiran generasi penerus menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Generasi mudalah yang nantinya akan menggantikan para kasepuhan khatib yang saat ini rata-rata sudah berusia lanjut. Peran dai atau mubaligh sangat dibutuhkan untuk mengarahkan umat agar senantiasa menjaga perilaku baik, merawat semangat beribadah, serta menyebarkan kemaslahatan bagi sesama,” katanya.

Menurut Najib, generasi muda memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang membawa kesejukan dan kemaslahatan. Karena itu, mereka perlu mendapatkan ruang belajar, pendampingan, dan kesempatan untuk mengasah kemampuan berdakwah.

15 Ton Emping Siap Diekspor ke Arab Saudi, UMKM Kabupaten Serang Unjuk Gigi

Pelatihan khatib yang diselenggarakan IKADI Kabupaten Serang dinilai menjadi salah satu langkah konkret untuk mendukung proses tersebut. Melalui pembekalan yang terarah, para kader muda diharapkan semakin siap tampil sebagai khatib dan menjadi bagian dari pembinaan keagamaan di lingkungan masing-masing.

Dakwah Berkualitas Harus Relevan dengan Persoalan Masyarakat

Selain menekankan regenerasi, Najib mengapresiasi upaya peningkatan kompetensi khatib agar dakwah dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Khatib dituntut tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu mengemas pesan secara komunikatif dan kontekstual.

Hal ini sejalan dengan penjelasan Ketua PD IKADI Kabupaten Serang, Mafrukhin, yang menyebut pelatihan dirancang untuk meningkatkan penguasaan materi keagamaan, retorika, dan keterampilan berbicara di depan publik (public speaking).

“Kami ingin menyiapkan khatib yang siap secara keilmuan, retorika, dan teknik public speaking. Saat ini, masih banyak khatib yang belum memperbarui informasi mengenai isu-isu keumatan terkini, sehingga khotbah yang disampaikan terkadang kurang rileks dan kurang relevan dengan kondisi jemaah,” kata Mafrukhin.

Pelatihan tersebut diikuti perwakilan Pimpinan Cabang IKADI se-Kabupaten Serang serta sejumlah kader muda potensial yang dipersiapkan untuk menjadi khatib di masjid-masjid di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Candra Sasongko, Mbah Con yang Kini Dipercaya Pimpin Polresta Surakarta

Bagi Najib, upaya peningkatan kualitas dakwah dan kaderisasi dai merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial. Peran khatib yang kuat diharapkan mampu mendukung pembinaan umat melalui pesan-pesan yang menyejukkan serta mendorong tumbuhnya perilaku positif.

Melalui dukungan terhadap kegiatan tersebut, Najib berharap pembinaan dai dapat terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan dan masyarakat. Dengan demikian, regenerasi khatib tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga keberlanjutan dakwah dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Serang. (Adv)

////
× Advertisement
× Advertisement