Akademik Siswa Anjlok, Kepsek SD di Kabupaten Serang Dituntut Berbenah
////NusaStory.com | Serang, – Merosotnya hasil tes akademik siswa menjadi sorotan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang. Kepala sekolah dituntut mengevaluasi proses pembelajaran dan memetakan kesulitan siswa untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Abidin Nasyar, dalam kegiatan pembekalan terhadap 48 kepala sekolah di salah satu hotel di kawasan wisata Pantai Anyer, Kamis (29/10/2026).
“Tes akademik anak saat ini anjlok,” kata Abidin.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi kepala sekolah. Mereka perlu mengidentifikasi persoalan yang menghambat kemampuan belajar siswa dan memastikan adanya langkah perbaikan.
“Mereka dituntut untuk terus melakukan pemetaan masalah pada anak,” ujarnya.
Abidin juga menekankan pentingnya penguatan budi pekerti di tengah kemajuan teknologi yang tidak terbendung. Kepala sekolah harus memastikan pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
Selain itu, ia menyoroti masih banyaknya posisi kepala sekolah yang kosong di Kabupaten Serang. Ia mendorong guru yang memiliki kompetensi untuk mempersiapkan diri melanjutkan estafet kepemimpinan di sekolah.
“Guru-guru yang memiliki kompetensi harus mempersiapkan diri untuk menggantikan estafet kepemimpinan itu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Edi, mengatakan pembekalan tersebut diikuti 48 kepala sekolah sebagai perwakilan karena keterbatasan anggaran. Dari jumlah tersebut, 28 orang merupakan kepala sekolah baru.
“Peserta ini merupakan perwakilan karena keterbatasan anggaran. Harapannya, pembekalan ini dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya,” ujar Edi.
Kabupaten Serang tercatat memiliki 687 sekolah dasar, baik negeri maupun swasta. Dengan jumlah tersebut, peningkatan kompetensi kepala sekolah menjadi tantangan tersendiri bagi dinas pendidikan.
Pembekalan selama dua hari itu diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi ditindaklanjuti melalui perbaikan pembelajaran, peningkatan kualitas guru, serta pendampingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar.
“Setelah mengikuti pembekalan ini, para kepala sekolah diharapkan bisa menerapkan ilmu yang didapat untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing,” tutup Edi.
///div>//








