Daftar nama intel BIN yang diduga Bocor, Hacker namai file stupid intelligence – Hacker dengan akun bernama Strovian mengaku telah berhasil meretas data dari sumber daya manusia atau SDM dari Badan Intelijen Nasional atau BIN. Di situs breached.to pada Rabu (7/8/2022) Strovian membocorkan data SDM BIN tersebut.
Namun ada yang menarik dari unggahan itu, Strovian memberikan judul “STUPID INTELLIGENCE” pada postingannya itu, lalu akun tersebut menunjukkan soft copy dari dokumen dengan judul yang terpotong. “1.a. Roadmap SDM D…” begitulah nama file itu. Dalam dokumen tersebut tertera daftar nama intel BIN dan juga tempat tinggal, pangkat atau golongan, dan jabatan fungsional dari agen tersebut yang diduga merupakan data milik BIN itu.

Di situ tercantum nama-nama orang yang diduga agen atau intel BIN. Para pengikutnya di situs breached.to mengapresiasi kinerja Strovian yang dianggap bisa meretas data BIN. Mereka menyebut Indonesia sebuah negara yang datanya mudah dibuka. Sebelumnya, hacker juga membocorkan data warga negara Indonesia dari sejumlah instansi pemerintah. Akun Bjorka di situs yang sama sempat menjual 1,3 miliar data sim card pengguna telepon seluler di Indonesia.
Disebutkan bahwa data tersebut didapatkan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Bjorkan akan melepas data sebanyak 87 GB itu untuk pihak yang berani membayar USD50 ribu. Lalu dia membocorkan data 105 juta data pemilih pemilu Komisi Pemilihan Umum atau KPU RI dan memperjualbelikannya di forum online.
Baca Juga : Peretas Membocorkan Data Sensitif Lebih Dari 105 Juta Warga Indonesia
Dalam iklannya, Bjorka membanderol harga USD5.000 untuk 105 juta data pemilih pemilu. Dokumennya berukuran 4 GB jika di-compressed dan 20 GB tanpa compressed. Bjorka mencantumkan sampel data di iklannya, pembeli akan mendapatkan data berupa ID provinsi, ID kota, ID kecamatan, ID kelurahan, ID TPS, nomor Kartu Keluarga (KK), Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, tempat tanggal lahir, usia, jenis kelamin, dan alamat lengkap.
Terkait isu bocornya data anggota BIN, Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto buka suara soal dugaan kebocoran data di situs breached.to. Ia membantah identitas yang diduga sebagai anggota BIN tersebar di publik. Wawan mengatakan bahwa data yang ada pada situs tersebut adalah bukan milik BIN. Ia menegaskan informasi tersebut menyesatkan.
Baca Juga : Kuliner Tugu Pal Putih, Ikon Kota Jogja Istimewa
“Hoaks itu mbak, data BIN aman, terenkripsi, dan semua data pakai samaran. Jadi data BIN tidak bocor,” ungkap Wawan saat dikonfirmasi, Kamis (8/9/2022).
Bagaimana menurut kalian? Apakah data tersebut benar atau hanya rekayasa hacker saja?
Artikel ini ditulis oleh Rena