Dataset indonesia bocor meliputi nomor KTP, nama lengkap, tanggal lahir, dan informasi identitas pribadi (PII) lainnya.
Peretas di bawah alias Bjorka mengumumkan pelanggaran di BreachForums, sebuah forum komunitas peretasan yang muncul setelah perebutan Forum Raid yang terkenal.
Menurut postingan tersebut, dataset berisi 20GB informasi tentang 105 juta warga negara Indonesia tersebut kemungkinan diambil dari Komisi Pemilihan Umum Indonesia.
Peretas yang mengumumkan kebocoran itu menyertakan contoh informasi yang berisi PII beberapa individu. Data sampel mencakup nomor KTP, nama lengkap, alamat pendaftaran, provinsi tempat tinggal, usia, jenis kelamin, nomor TPS, dan informasi sensitif lainnya.

Dataset pada 105 juta orang, atau kira-kira 40% dari populasi negara, dijual seharga $5.000.
Belum ada komentar dari Pengawas Dunia Maya Indonesia, Badan Siber dan Enkripsi Nasional, terkait hal tersebut.
Jika dikonfirmasi, kebocoran data ini hanya akan menjadi entri terbaru dalam serangkaian pelanggaran panjang yang dialami Indonesia tahun ini. Bank Indonesia, rumah sakit negara, layanan kepolisian, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan banyak lagi semuanya telah diretas pada tahun 2022.
Pekan lalu peretas memposting database yang dicuri dari Kementerian Komunikasi dan TI Indonesia, yang diduga berisi data registrasi 1,3 miliar kartu SIM Indonesia.
Informasi dalam kumpulan data 87GB diduga memiliki data yang menghubungkan nomor telepon dengan kartu identitas pemiliknya. Peretas dataset yang juga diposting di BreachForums datang dengan label harga $50.000.